Tampilkan postingan dengan label softskill. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label softskill. Tampilkan semua postingan

06 Januari 2013

3 BAGIAN KARYA ILMIAH




Karangan ilmiah

Pengertian Karya Ilmiah
Karangan ilmiah merupakan suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isisnya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya keilmiahannya.
Karya ilmiah yang lengkap biasanya terbagi menjadi tiga bagian besar, yaitu:
·         Bagian pelengkap pendahuluan
·         Bagian isi atau pembahasan
·           Bagian pelengkap penutup

1.         Bagian pelengkap pendahuluan terdiri atas:
·         halaman judul
·          halaman motto
·         halaman pengesahan
·         kata pengantar
·          daftar isi
·         daftar tabel
·         daftar gambar
·         arti lambang dan singkatan
·          abstrak

2.         Bagian isi atau pembahasan terdiri atas bab pendahuluan yang meliputi:
ü  latar belakang
ü  perumusan masalah
ü  ruang lingkup masalah
ü  tujuan penulisan
ü  metode penelitian
ü  sistematika penulisan
ü  bab pembahasan
ü  bab kesimpulan dan saran

3.       Bagian pelengkap penutup antara lain:
Daftar pustaka dan lampiran Kata pengantar berfungsi sebagai surat pengantar kepada pembaca yang isinya berbagai hal mengenai karya tulis tersebut.
Ciri-ciri sebuah karya ilmiah dapat dikaji dari minimal empat aspek, yaitu :
§  struktur sajian
§   komponen dan substansi
§  sikap penulis
§  serta penggunaan bahasa
Sebuah karya ilmiah, haruslah mengikuti beberapa ciri khas yaitu :
§  Sistematik, artinya runtut. Uraian sebuah karya ilmiah itu; enak dibaca. Mulai
dari pendahuluan, perumnusan masalah, teori data hingga penarikan
kesimpulan begitu jelas kaitan antara satu dengan yang lainnya.
§  Jelas tujuannya; apa yang ditulis sangat jelas apa yang ditujunya, pesanpewsan
apa yang dibawanya. Bagaimana yang satu diban dingkan dengan yang lain.
§  Universal, berlaku umum. Bukan hanya untuk kepentingan suatu pihak.
§   Keaslian, karya ilmiah akan lebih bermakna kalau betul2 asli buah
pikiran dari penulisnya. Tak ada salahnya melihat dari karya terdahulu, tetapi
harus diupayakan ada perbedaan. Perbedaannya. Hindari Plagiatisme.
§  Kejujuran (intellectual honesty) dan Kerendahatian (Intellectual modesty).
Kesadaran bahwa sebuah pemikiran, tidaklah merupakana kebenaran abadi.
Akan tetapi sebuah kebenaran relatif, sehingga mungkin saja akan berbeda
dari pemikir yang lain, disebabkan metoda, waktu dan tempat yang berbeda.
.

Tujuan dari pembuatan karangan ilmiah, antara lain :
§  Memberi penjelasan
§  Memberi komentar atau penilaian
§  Memberi saran
§  Menyampaikan sanggahan
§  Membuktikan hipotesa
Karya ilmiah adalah suatu karya dalam bidang ilmu pengetahuan (science) dan teknologi yang berbentuk ilmiah. Suatu karya dapat dikatakan ilmiah apabila proses perwujudannya lewat metode ilmiah. Jonnes (1960) memberikan ketentuan ilmiah, antara lain dengan sifat fakta yang disajikan dan metode penulisannya.
Bila fakta yang disajikan berupa fakta umum yang obyektif dan dapat dibuktikan benar tidaknya serta ditulis secara ilmiah, yaitu menurut prosedur penulisan ilmiah, maka karya tulis tersebut dapat dikategorikan karya ilmiah, sedangkan bilamana fakta yang disajikan berupa dakta pribadi yang subyektif dan tidak dapat dibuktikan benar tidaknya serta tidak ditulis secara ilmiah, karya tulis tersebut termasuk karya tulis non ilmiah.
Ciri-Ciri Karya Ilmiah
1. Struktur Sajian
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan kesimpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
2. Komponen dan Substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
3. Sikap Penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
4. Penggunaan Bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata / istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
Macam-Macam Karya Ilmiah
1. Skripsi; adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-obyektif, baik berdasarkan penelitian langsung, observasi lapangan / penelitian di laboratorium, ataupun studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.
2. Tesis; adalah jenis karya tulis dari hasil studi sistematis atas masalah. Tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi. Orisinalitas tesis harus nampak, yaitu dengan menunjukkan pemikiran yang bebas dan kritis. Penulisannya baku dan tesis dipertahankan dalam sidang. Tesis juga bersifat argumentative dan dihasilkan dari suatu proses penelitian yang memiliki bobot orisinalitas tertentu.
3. Disertasi; adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan program S3 ilmu pendidikan. Disertasi merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalam salah satu disiplin ilmu pendidikan.

Tulisan ilmiah
Tulisan ilmiah merupakan serangkaian kegiatan penulisan berdasarkan hasil penelitian, yang sistematik berdasarkan pada metode ilmiah, untuk mendapatkan jawaban secara ilmiah terhadap permasalahan yang muncul sebelumnya.Tulisan ilmiah adalah laporan tertulis dan dipublikasikan atau dipaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang teliti yang dilakukan oleh seseorang atau sebuah pasukan dengan memenuhi kaedah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan diterima oleh masyarakat keilmuan.
Ada tiga unsur penting dalam membuat tulisan ilmiah yang harus pegang teguh, lebih mudah mengingatnya dengan singkatan GPK (Gagasan, Pikir, Komunikasi). Lebih jauh lagi, tiga unsur tersebut adalah:
1.                   gagasan ilmiah
2.                   (ber)pikir ilmiah
3.                   komunikasi ilmiah
Maka, minimal, jangan jauh-jauh dari GPK. Gagasan ilmiah (logis, masuk akal), diuraikan dengan cara pikir ilmiah (ada data, fakta, dukungan teori/temuan ilmiah, analisis, simpulan/generalisasi) dan dikomunikasikan dengan cara-cara ilmiah (runtut-berkesinambungan/koheren).

JENIS TULISAN ILMIAH
       Tulisan ilmiah pendidikan:
§  Kertas kerja
§  Pra Skripsi
§  Skripsi
§  Tesis
§  Disertasi
       Tulisan ilmiah penelitian
§  Laporan hasil penelitian
§  Jurnal penelitian
LANGKAH-LANGKAH PENULISAN TULISAN ILMIAH
A.      Bahagian awal

Halaman Judul :

Sebuah judul pada dasarnya menggambarkan kelengkapan menganalisis, jangkauan wilayah, domain penelitian, waktu dan metode yang dipakai serta kesimpulan.
Syarat judul karangan :
1. Tepat ertinya segala isi yang terkandung di dalam karangan itu dan dapat terlihat dari judul tersebut.
2. Ekonomik yang maksudnya, judul adalah sebaiknya sependek mungkin tanpa mengurangi erti atau isi atau luas lingkungan yang tercakup di dalam karangan.
3. Jelas maksudnya judul karangan tidak perlu berbelit-belit dan dibuat-buat supaya tampak ilmiah.

B.      Bagian Isi
Bab I Pendahuluan
Paparan tentang apa yang menjadi masalah dengan latar belakangnya

1. Latar belakang : diskripsi masalah, data awal yang mendukung adanya masalah dan akar timbulnya masalah. Mengapa dan apa yang mendorong peneliti memilih topik penelitian ini.

2.rumusan masalah  :konsep-konsep yang digunakan, masalah dibatasi, bahagian mana yang digarap, mengapa bahagian itu yang diambil, dan gambarkan pentingnya masalah: sumbangannya terhadap perkembangan ilmu, kegunaan praktis (bila ada), hubungan dengan penelitian lain - Kegunaan yang lebih umum.
3. Tujuan penelitian  : perlu diingat oleh seseorang penulis ialah tema dimana ia merupakan subjek cerita.
4. manfaat penelitian
Bab II Landasan teori

Paparan tentang kerangka acuan atau objek yang sudah digunakan dalam memecahkan masalah. Gambarkan konsep-konsep yang digunakan, pendekatan yang digunakan, gambarkan teori-teori yang pernah ada yang berkaitan dengan masalah yang digarap, mengemukakan asumsi-asumsi dasar sebagai landasan berpikir, dan kemukakan hipotesis bila ada. Umumnya dikemukakan dalam bahagian kerangka teoritis atau landasan teori atau teori.
Bab III METODE penelitian

Paparan mengenai apa yang dilakukan dalam suatu penelitian (langkah-langkah) yang dilakukan sebelum melakukan suatu penelitian dan dikemas dalam bahagian metode penelitian.
Bab IV Hasil penelitian dan pembahasan

Jawapan terhadap pertanyaan apa yang dikemukakan umumnya dikemukakan dalam bahagian temuan atau hasil. Hasil-hasil penelitian harus mampu berfungsi sebagai alat pembuktian.
Bab V kesimpulan dan saran
Kesimpulan, sebagai pernyataan singkat yang mengungkapkan hasil penyelidikan secara menyeluruh. Saran, sebagai pernyataan yang bertujuan untuk penyempurnaan hasil akhir penyelidikan.
BAB VI Abstrak

Abstrak adalah suatu bahagian huraian yang sangat singkat, jarang lebih panjang dari enam atau lapan baris, bertujuan untuk menerangkan kepada pembaca-pembaca aspek-aspek mana yang tercakup dalam sebuah huraian tanpa berusaha mengatakan apa yang dibicarakan mengenai aspek-aspek itu.
BAB VII referensi : kutipan, catatan kaki, dan daftar pustaka
Kutipan. Pembuatan skripsi dan karya ilmiah mengharuskan para penulis mencari sumber informasi ilmiah yang diperlukan untuk penulisan tersebut. Pengetahuan ilmiah yang dikutip dari seseorang dipergunakan untuk pelbagai tujuan sesuai dengan argumentasi yang diajukan, misalnya untuk mendukung pernyataan penulis atau mendefinisikan sesuatu. Kutipan-kutipan tersebut dapat berbentuk “kutipan langsung” atau “kutipan tidak langsung”. Kutipan langsung yang pendek dimasukkan dalam teks atau tubuh skripsi dengan menggunakan tanda kutip


LAPORAN ILMIAH

Pengertian Laporan Ilmiah

Laporan ialah suatu wahana penyampaian berita, informasi, pengetahuan, atau gagasan dari seseorang kepada orang lain. Laporan ini dapat berbentuk lisan dan dapat berbentuk tulisan. Laporan yang disampaikan secara tertulis merupakan suatu karangan. Jika laporan ini berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh dari hasil penelitian, pengamatan ataupun peninjauan, maka laporan ini termasuk jenis karangan ilmiah. Dengan kata lain, laporan ilmiah ialah sejenis karangan ilmiah yang mengupas masalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang sengaja disusun untuk disampaikan kepada orang-orang tertentu dan dalam kesempatan tertentu.

Dasar Membuat Laporan Ilmiah

Ada beberapa hal yang mendasari dalam pembuatan Laporan Ilmiah. Diantaranya :
1.      Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan utama terakhir dari suatu kegiatan ilmiah.
2.      Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas.
3.      Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk berkomunikasi di lingkungan akademisi atau sesama ilmuwan.
4.      Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang prosedur, alat, hasil temuan, serta implikasinya.
5.      Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi ilmuwan lain sehingga syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan.
Jenis-jenis Laporan Ilmiah

Dari beberapa sumber yang ada, terdapat 3(tiga) jenis Laporan Ilmiah yaitu sebagai berikut :

1.       Laporan Lengkap (Monograf)
2.       Laporan Ringkas
3.       Artikel ilmiah

Fungsi Laporan ilmiah

1.       Laporan penelitian mengkomunikasikan kepada pembaca seperangkat data dan ide spesifik. Ide spesifik. Spesifik tersebut disampaikan secara jelas dan cukup rinci agar dapat dievaluasi.
2.       Laporan Ilmiah harus dilihat sebagai sumbangan dalam khasanah ilmu pengetahuan.
3.       Laporan Ilmiah harus berfungsi sebagai stimulator dan mengarahkan pada penelitian selanjutnya.
Sistematika Penulisan

Pada dasarnya ada dua bentuk sistematika penulisan ilmiah , yaitu penulisan proposal penelitian dan laporan hasil penelitian. Pada umumnya sistematika penulisan proposal penelitian danpenulisan laporan penelitian sebagai berikut :

BAGIAN AWAL
1.       halaman judul
2.       Halamn persetujuan dan pengesahan (pada laporan penelitian ,sebelum halaman kata pengantar dicantumkan intisari /abstrak)
3.       Halamn kata pengantar atau prakata
4.       Daftar isi
5.       Daftar tabel (jika ada)
6.       Daftar gambar (jika ada)
7.       Daftar lampiran (jika ada)
BAGIAN UTAMA
BAB I PENDAHULUAN
1.       Latar Belakang Masalah
2.       Rumusan masalah
3.       Tujuan penelitian
4.       Ruang lingkup
5.       Manfaat penelitian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
1.       Landasan teori/ tinjauan teoretis
2.       Kerangak teori
3.       Kerangka konsep
4.       Hipotesis atau pertamyaan penelitian (jika ada hipotesis)
BAB III METODE PENELITIAN ATAU CARA PENELITIAN
ü  Jenis penelitian
ü  Populasi sample (untuk penelitian disertai unit penelitian )
ü  Variabel penelitian
ü  Definisi operasioanal variabel
ü  Desain / rancangan penelitian ( tidak harus , kecuali pada penelitian eksperimental)
ü  Lokasi dan waktu penelitian
ü  Teknik pengumplan data.
ü  Instrumen penelitian yang digunakan
ü  Pengolahan dan Analisis data
BAB IV – HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB V – KESIMPULAN DAN SARAN
BAB VI – RINGKASAN
BAGIAN AKHIR
Terdiri dari Daftar pustaka dan Lampiran – lampiran; Instrumen penelitian, Berbagai data sekunder yang diperlukan, Anggaran penelitian, dan Jadwal penelitian.

4.                   http://repository.binus.ac.id/content/A0282/A028263511.ppt     
5.                   http://myth90.blogspot.com/2011/04/laporan-ilmiah.html 
9.                   http://www.papanputih.com/2012/02/tulisan-ilmiah.html
10.               http://bloggueblog.wordpress.com/2012/04/20/pengertian-ciri-ciri-dan-macam-macam-karya-ilmiah/






22 Desember 2012

Penalaran Induktif


Penalaran Induktif merupakan penalaran yang bertolak dari pernyataan-pernyataan yang khusus dan menghasilkan suatu simpulan yang umum. Dengan kata lain, simpulan yang di peroleh tidak lebih khusus daripada pernyataan(premis).
Bentuk penalaran induktif adalah :
1.       Generalisasi : proses penalaran yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untukmendapatkan simpulan yang bersifat umum.
Contoh :
Jika dipanaskan, besi memuai
Jika dipanaskan, tembaga memuai

Sahih tidak sahih nya data simpulan dari generalisasi itu dapat dilihat dari hal hal berikut :
1.       Data harus memadai jumlahnya. Makin banyak data yang dipaparkan makin sahih simpulan yang diperoleh.
2.       Data harus mewakili keseluruhan
3.       Pengecualian perlu diperhitungkan karna data-data yang mempunyai sifat khusus tidak dapat dijadikan data.
Macam-macam generalisasi
Generalisasi sempurna Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh: sensus penduduk
Generalisasi tidak sempurna Adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh: Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantalon.
Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna
Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.
Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
1. Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
2. Sampel harus bervariasi.
3. Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.
2.       Analogi : Cara penarikan penalaran secara membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama.
Contoh :
Siska adalah lulusan Akademi B
Siska dapat menjalankan tugasnya dengan baik
Andi adalah lulusan Akdemi B
Oleh sebab itu, Andi menjalankan tugasnya dengan baik

Tujuan penalaran secara Analogi adalah sebagai berikut :
·         Analogi dilakukan untuk meramalkan kesamaan.

·         Analogi digunakan untuk menyingkapkan kekeliruan
·         Analogi digunakan untuk menyusun klasifikasi

3.       Hubunagan kausal : Penalaran ysng diperoleh dari gejala-gejala saling berhubungan. Misalnya, Tombol ditekan,akibatnya bel berbunyi. Dalam kehidupan sehari-hari, hunungan kausal ini sering ditemukan. Hujan turun dan jalanan becek. Ia kena penyakit kanker otak dan meninggal. Dalam kaitannya dengan hubungan kausal ini, tiga hubungan antar masalah , yaitu sbb :
a.       Sebab-Akibat
Sebab-akibat ini berpola A menyebabkan B, Hubungan ini dapat pula berpola A menyebabkan B,C,D dan sterusnya. Jadi, efek dari peristiwa yang dianggap penyebab kadang lebih dari satu.
        Kalau kita melihat sebiji mangga hatuh dari batangnya kita akan memperkirakan beberapa kemungkinan penyebabnya. Andaikata angin tiba-tiba bertiup A, dan hujan tiba tiba turun B, ternyata tidak sebuah mangga pun jatuh E, tentu kita dapat menyimpulkan bahwa jatuh nya mangga itu disebabkan oleh lemparan anak-anak C
b.      Akibat-sebab
Dapat kita lihat pada peristiwa seseorang pergi kedokter. Ke dokter  merupakan akibat dan sakit merupakan sebab.
c.       Akibat-akibat
Akibat-akibat adalah suatu penalaran yang menyariratkan penyebabnya. Peristiwa “akibat” langsung disimpulkan pada suatu “akibat”  yang lain .
Contoh nya:
Ketika pulang dari pasar, ibu anya melihat tanah dihalamannya yang becek. Ibu langsung menyimpulkan bahwa kain jemuran di belakang rumahnya pasti basak.

4.       Salah Nalar
Salah nalar adalah kesalahan struktur atau proses formal penalaran dalam menurunkan kesimpulan sehingga kesimpulan tersebut menjadi tidak valid. Jadi berdasarkan pengertian tersebut, salah nalar bisa terjadi apabila pengambilan kesimpulan tidak didasarkan pada kaidah-kaidah penalaran yang valid. Terdapat beberapa bentuk salah nalar yang sering kita jumpai, yaitu: menegaskan konsekuen, menyangkal antiseden, pentaksaan, perampatan-lebih, parsialitas, pembuktian analogis, perancuan urutan kejadian dengan penyebaban, serta pengambilan konklusi pasangan.


 Reff :

http://yogatama-anggita.blogspot.com/2012/04/penalaran-induktif.htmlhttp://utlia.wordpress.com/2010/02/26/penalaran-induktif/
buku cermat berbahasa indonesia untuk perguruan tinggi-E Zaenal Arifin

30 Oktober 2012

TUGAS PENALARAN DEDUKTIF


PERTANYAAN PENALARAN DEDUKTIF
1.       Apa pengertian penalaran deduktif
2.       Ada berapa jenis penarikan simpulan dalam penalaran deduktif ?
3.       Apa itu Premis ?
4.       Apa yang anda ketahui tentang silogisme ?
5.       Sebutkan jenis-jenis silogisme ?
6.       Apa ciri dari silogisme kategorial ?
7.       Apa yang anda ketahui tentang term mayor,minor dan tengah ?
8.       Apa definisi rantai deduksi ?
9.       Buatlah contoh kalimat dengan menggunakan jenis penalaran Silogisme ?
10.   Buatlah contoh kalimat penarikan langsung ?

01 Juni 2012

tugas softskill 3



WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN
Wajib daftar perusahaan secara sepintas tampaknya adalah hanya masalah teknis administratif.  Namun demikian pendaftaran atau daftar perusahaan merupakan hal yang sangat penting.Pada dasarnya ada 3 pihak yang memperoleh manfaat dari daftar perusahaan tersebut, yaitu: Pemerintah,Dunia Usaha,Pihak lain yang berkepentingan
Selain itu daftar perusahaan penting sebagai alat pembuktian yang sempurna atau otentik.
Dalam ketentuan Umum Undang – Undang No.3 tahun 1982 disebutkan bahwa :
Daftar Perusahaan adalah Daftar catatan resmi yang diadakan berdasarkan ketentuan UU Wajib Daftar Perusahaan pelaksanannya, memuat hal yang wajib didaftarkan oleh setiap perusahaan serta disahkan oleh pejabat yang berwenang di Kantor Pendaftaran Perusahaan..
Kewajiban Pendataran
a. Setiap perusahaan wajib didaftarkan dalam Daftar Perusahaan.
b. Pendaftaran wajib dilakukan oleh pemilik atau pengurus perusahaan yang bersangkutan
c. Apabila perusahaan dimiliki oleh beberapa orang, para pemilik berkewajiban melakukan pendaftaran
Bentuk badan usaha yang masuk dalam wajib daftar perusahaan:
1. Badan hukum 2. Persekutuan 3. Perorangan
4. Perum 5.Perusahaan Daerah, perusahaan perwakilan asing
Badan Usaha Yang Tidak Perlu Menjadi Wajib Daftar
a.  Setiap perusahaan Negara berbentuk perjanjian
b. Setiap perusahaan kecil perorangan yang dijalankan oleh sendiri
c. Usaha diluar bidang ekonomi
HAKI
Hukum yang mengatur kekayaan intelektual biasanya bersifat teritorial; pendaftaran ataupun penegakan hak kekayaan intelektual harus dilakukan secara terpisah di masing-masing yurisdiksi bersangkutan. Namun, hukum yang berbeda-beda tersebut semakin diselaraskan dengan diberlakukannya perjanjian-perjanjian internasional seperti Persetujuan tentang Aspek-aspek Dagang Hak Kekayaan Intelektual Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Hukum yang mengatur kekayaan intelektual di Indonesia mencakup Hak Cipta dan Hak Kekayaan Industri, yang terdiri atas Paten, Merek, Desain Industri, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, Rahasia Dagang dan Varietas TanamanHak Kekayaan Intelektual (HAKI) adalah hak eksklusif Yang diberikan suatu peraturan kepada seseorang atau sekelompok orang atas karya ciptanya. Secara sederhana HAKI mencakup Hak Cipta, Hak Paten Dan Hak Merk. Namun jika dilihat lebih rinci HAKI merupakan bagian dari benda (Saidin : 1995), yaitu benda tidak berwujud (benda imateriil).
PERLINDUNGAN KEJUJURAN ( konsumen)

Perlindungan konsumen merupakan jaminan yang seharusnya didapatkan oleh para konsumen atas setiap produk makanan yang dibeli. Namun dalam kehidupan, banyak ditemukan pelanggaran yang merugikan para konsumen dan dapat membahayakan kesehatan.  

Tujuan perlindungan konsumen adalah:
1. Meningkatkan kesadaran, kemampuan, dan kemandirian konsumen untuk melindungi diri
2. Mengangkat harkat dan martabat konsumen dengan cara menghindarkannya dari ekses negatif pemakaian barang atau jasa
3.Meningkatkan pemberdayaan konsumen dalam memilih, menentukan, dan menuntut hak-haknya sebagai konsumen
ANTIMONOPOLI dan PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT
Monopoli murni adalah bentuk organisasi pasar dimana terdapat perusahaan tunggal yang menjual komoditi yang tidak mempunyai subtitusi sempurna. Perusahaan itu sekaligus merupakan industri dan menghadapi kurva permintaan industri yang memiliki kemiringan negatif untuk komoditi itu. “Antitrust” untuk istilah “anti monopoli” atau “dominasi” yang dipakai masyarakat Eropa yang artinya juga sepadan dengan arti istlah “monopoli”
Menurut UU no.5 Tahun 1999 tentang Praktek monopoli adalah pemusatan kekuatan ekonomi oleh satu atau lebih pelaku usaha yang mengakibatkan dikuasainya produksi dan atau pemasaran atas barang atau jasa tertentu sehingga menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan dapat merugikan kepentingan umum. Undang-Undang Anti Monopoli No 5 Tahun 1999 memberi arti kepada monopolis sebagai suatu penguasaan atas produksi dan atau pemasaran barang dan atau atas penggunaan jasa tertentu oleh satu pelaku usaha atau kelompok pelaku usaha (pasal 1 ayat (1) Undang-undang Anti Monopoli ).
Perjanjian yang Dilarang Anti Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat
1.      Oligopoli: keadaan pasar dengan produsen dan pembeli barang hanya berjumlah sedikit, sehingga mereka atau seorang dari mereka dapat mempengaruhi harga pasar.
2.      Penetapan harga: dalam rangka penetralisasi pasar, pelaku usaha dilarang membuat perjanjian, antara lain: Perjanjian dengan pelaku usaha pesaingnya untuk menetapkan harga atas barang dan atau jasa yang harus dibayar oleh konsumen pasar bersangkutan yang sama.
PENYELESAIAN SANGKETA EKONOMI
Pengertian sengketa dalam kamus Bahasa Indonesia, berarti pertentangan atau konflik, Konflik berarti adanya oposisi atau pertentangan antara orang-orang, kelompok-kelompok, atau organisasi-organisasi terhadap satu objek permasalahan.
Penyelesaian sengketa secara damai bertujuan untuk mencegah dan mengindarkan kekerasan atau peperangan dalam suatu persengketaan antar negara. Menurut pasal 33 ayat 1 (Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan) Piagam PBB penyelesaian sengketa dapat ditempuh melalui cara-cara sebagai berikut:
1. Negosiasi (perundingan) pertukaran pandangan dan usul-usul antara dua pihak untukmenyelesaikan suatu persengketaan, tidak melibatkan pihak ketiga.
2. Enquiry (penyelidikan) Penyelidikan dilakukan oleh pihak ketiga yang tidak memihak dimaksud untuk mencari fakta.
3. Good offices (jasa-jasa baik) Pihak ketiga dapat menawarkan jasa-jasa baik jika pihak yang bersengketa tidak dapat menyelesaikan secara langsung persengketaan yang terjadi